Serambi Gubuk Rumbia

Menumpah Ide, Mencurah Gagasan, Membuat Perubahan

Perubahan itu Keniscayaan

Ditulis oleh benny2007 di/pada November 20, 2008

Tak seorangpun yang tidak dapat berubah; hanya satu yang tidak dapat berubah;orang mati. Dia sudah kaku dan mulai membusuk, karenanya ia tidak dapat berubah lagi. Hal selain itu masih dapat berubah.

Terkadang, perubahan itu menyakitkan dan menimbulkan krisis, namun untuk menjadi seorang yang labih baik dan lebih maju, kita harus senantiasa berubah, kearah yang lebih baik.

Tanpa berani merubah apapun, kemajuan hanyalah angan-angan kosong yang takkan pernah bisa kita raih. Selamat menjadi manusia baru, dan selalu baru, dari waktu ke waktu.

Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »

Menyambut Pagi

Ditulis oleh benny2007 di/pada November 2, 2008

Adakah Kita memiliki problema, Bila ya terkadang hari yang baru saja tiba menjadi tak seindah sebelumnya. Saat pgi dating, kita mulai sesak karena berbagai persoalan mulai kembali ke benak kita setelah tidur semalaman.

Anda I itu yang Anda rasakan, mari kita merenung sejenak, Bukankah pagi adalah harapan? Bukankah dengan datangnya hari yang baru berarti bertambah satu kesempatan lagi untuk kita menyelesaikan persoalan yang selama ini masih tertunda?

Semoga hari ini persoalan Anda mendapatkan titik terang.

Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »

Kelapangan Jiwa! Bukan Masalahnya!!!

Ditulis oleh benny2007 di/pada Oktober 26, 2008

Seekor gajah akan terlihat kecil dilapangan bola, namun seekor tikus bisa menjadi masalah besar bila di kamar mandi.

Ternyata, bukan besar-kecil nya masalah yang mempengaruhi kualitas hidup kita, tapi seberapa luas kah jiwa kita dalam menghadapi nya. Semakin besar kelapangan jiwa yang kita miliki, maka semakin besar kemampuan kita mengendalikan problema yang datang melanda.

Semoga kita senantiasa dikaruniai kebesaran hati, kelapangan jiwa dan ketenangan bathin dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan serta dikaruniai hati yang mampu memproduksi rasa syukur dan kedamaian.

Karena hanya dengan jiwa yang lapang dan hati yang damai, setiap tantangan yang datang dapat dihadapi dengan sebaik-baiknya, dengan sikap yang terbaik, untuk melewatinya dan mencapai hasil terbaik.

Ditulis dalam Motivasi | Leave a Comment »

Memulai Perjalanan

Ditulis oleh benny2007 di/pada Oktober 22, 2008

Setiap perjalanan memerlukan langkah awal . Terkadang, itu yang paling sulit. Seringkali kita dibayangi berbagai keraguan, ketakutan, ketidakyakinan dan kegamangan saat akan memulai. Kesuksesan diawali dgn cita-cita dan impian. Namun kesuksesan tak akan terwujud tanpa memulai tindakan.

Apapun bidang yang ingin Anda tempuh, seperti apapun kesuksesan yang ingin Anda raih, Mulailah sekarang. Jangan pernah menunggu segalanya sempurna…karena itu mirip seseorang yang ingin menyeberang jalan, tapi menunggu hingga tak ada kendaraan satupun. Tidak Saudaraku, semua pasti mejumpai rintangan, maka melangkahlah.
Seorang yang memiliki segudang impian, namun tak memiliki keberanian untuk memulai tindakan, sama seperti pemburu bersenjata yang tak berani menembak mangsanya.

Jadi, Melangkahlah sekarang juga!

Ditulis dalam Motivasi | Leave a Comment »

Tiada Kata Akhir Bagi Sebuah Perjuangan Hidup!

Ditulis oleh benny2007 di/pada Oktober 20, 2008

Dalam kode etik Samurai, musuh terbesar manusia adalah ketakutan. Ketakutanlah yang membesar2kan prasangka akan bahaya dan membuat raksasa yang menakutkan dari situasi yang belum jelas.

Kehidupan memang penuh dengan berbagai tantangan dan persoalan. Ketika problema-problema kecil datang menimpa kita, dan dengan sepenuh kekuatan akhirnya kita mampu mengatasinya, Maka semangat dan optimisme berkobar dalam dada kita. Namun ada kalanya kita menghadapai persoalan yang rumit, persoalan yang sedemikian besar hingga seolah tak dapat kita hadapi dengan kemampuan yang kita miliki. Dalam detik-detik seperti ini, terkadang optimisme melemah bahkan terkadang lenyap ditimpa bayang-bayang pesimisme. Tak dapat kita pungkiri bahwa optimisme ibarat ombak dilautan, terkadang ia bergelora menjulang tinggi di dalam hati hingga mampu meluluh lantakan setiap tantangan hidup yang datang. Namun ada kalanya ia susurt hingga tinggal riak-riak kecil yang tak berdaya bahkan untuk memindahkan segenggam pasir di pantai jiwa.

Saat seperti ini, saatnya untuk melihat kembali kedalam diri kita. menengok ke kedalaman jiwa. Lalu mencoba mengurai setiap benang jkusut yang menggumpal, adakah problema yang kita hadapi sedemikian besarnya. Ataukah ketakutan yang sesungguhnya tengah menghinggapi diri kita hingga tak mampu melihat setiap celah kecil yang mungkin tersedia. Saat Ketakutan yang membungkam keberanian dan ketegaran hidup Anda. Maka saat itu seolah Anda berada dikamar gelap tanpa pintu, Anda tak dapat keluar dan hanya mampu meringkuk di sudut sempit.

Andai itu yang terjadi, maka musuh yang sesungguhnya tidak berada diluar sana, namun ada didalam diri Anda. Dialah yang pertama kali harus Anda lawan dan Anda taklukan. Ketakutan bisa disingkirkan, dan saat tirainya terkoyak, kita akan melihat betapa sesungguhnya problema yang kita hadapi tidaklah setragis yang kita pikirkan.

Penderitaan yang kita alami hanyalah persoalan biasa, yang tidak melampaui batas kekuatan kita. Lihatlah, hingga detik ini kita masih tetap hidup. Sekalipun kita telah jatuh berkali-kali. Dimana masih ada hidup, disitu masih ada harapan. Dalam situasi sulit, mungkin kita tak bisa mengarahkan badai, tapi kita bisa mengarahkan layar

Bangkit dan kembalilah berjuang… kegagalan seharusnya merupakan pisau yang terus meraut keberanian dan kehebatan kita menjadi semakin tajam

Hanya yang berani melawan rasa takut..yang dapat merubah segalanya!

Saung Panyawangan, Tasikmalaya

Medio Oktober 2008

Ditulis dalam Motivasi | Leave a Comment »

Kombinasi Warna

Ditulis oleh benny2007 di/pada Oktober 1, 2008

Sedikit mengenai Warna

GARIS

  • Sangat bagus jika dibuat dlm nuansa merah dan marun
  • Sangat buruk jika dibuat dlm warna metalik dan putih
  • Sangat bagus jika warna latarnya adalah biru atau hitam
  • Garis putih pada biru bagus; garis putih pada perak dan emas buruk
  • Garis hijau pada hijau tua terlalu kayu. Tidak bagus
  • Garis hijau pada merah menyatakan sukses

GARIS BEROMBAK

  • Seimbang dengan biru dan hijau
  • Juga bagus diatas latar putih
  • Bertentangan dengan merah dan orange
  • Bercampur bagus dengan bintik dan lingkaran
  • Bagus juga dengan bentuk persegi

BINTIK

  • Bagus dalam warna metalik, emas, perak dan putih
  • Sangat bagus pada beige atau latar tanah

GARIS ZIG ZAG

  • Cocok dengan orange, beige dan cokelat
  • Sangat bagus dengan latar belakang hijau atau cokelat

KOTAK DAN GARIS KOTAK

  • Cocok dengan merah dan kuning
  • Cocok dengan putih dan metalik
  • Sangat buruk untuk latar biru dan hitam
  • Tidak disarankan dalam warna hijau atau biru

Ditulis dalam Pernak-Pernik | Leave a Comment »

Bagaimana Membuat Perubahan??

Ditulis oleh benny2007 di/pada September 4, 2008

Tulisan Ini dinukil dari petikan Seminar Business Revolution

1. Kisah Lady Di

Lady Di seorang wanita berkebangsaan Inggris yang hidup dengan teman prianya, seorang pengusaha berkebangsaan Mesir, mengalami kecelakaan di Paris, Prancis saat mengendarai mobil buatan Jerman bermesin buatan Denmark, dikejar paparazzi(wartawan) Italia dengan motor Jepang.

Berita ini dikirim ke Indonesia lewat jaringan internet Amerika menggunakan software Windows buatan Amerika yang dibajak oleh orang China dan dibaca dalam situs internet dengan computer rakitan berprosesor buatan Singapura, dengan monitor Korea dan dirakit oleh orang-orang Bangladesh dan India.
Peran serta kita dalam kasus itu tak ada, kita kerjanya Cuma MELONGO & BENGONG!

2. Kita Negara Agraris,

(Katanya)subur makmur, gemah ripah, loh jinawi, tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Tapi sungguh, tahun 2005 s.d. pertengahan 2006 kita merupakan Negara pengimpor beras tertinggi di dunia! Singkong saja yang konon katanya menanamnya tinggal di tancapkan ditanah, kita impor senilai 0.85 JUTA Dollar pertahun.

3. Garam saja kita impor dari Australia!

Ada perbandingan yang mengagumkan antara orang Madura (penghasil garam terbesar Indonesia) dengan Australia:

Orang madura memiliki keistimewaan dalam membuat garam dengan cara mengisikan air laut ketambak, lalu dikeringkan dengan sinar matahari. Butuh waktu kurang lebih 10 hari untuk menunggu air laut kering dan mengkristal menjadi garam. Terkadang, baru satu minggu berlalu hujanpun turun dan musnahlah garam madura yang istimewa.

Orang Australia membuat garam dengan cara memasukan air laut kedalam bak penampungan super besar didalam mesin pengering, dalam waktu 10 menit terciptalah kolam garam berkapasitas ratusan kwintal.

Jadi, sebenarnya kerjaan orang Madura (dan kita) selama 10 hari itu ngapain aja? Molor?Demo?Mimpi?Sambil berharap matahari bersinar dan berdo’a’ “ Oh Tuhan jangan kau turunkan hujan….”

4. Pendapatan kita makin menurun dari hari ke hari

PDB (Pendapatan Daerah Bruta) Nusantara dari masa ke masa:
1820 : 39% (saat dijajah Belanda)
1950: 15% (lima tahun setelah ‘merdeka’)
1992: 16% (saat ekonomi Nusantara dititik tertinggi dan disebut sebagai Miracle of Asia)
2005:<10% Inalilahi…

Realistis saja, mending hidup dijajah Belanda atawa Merdeka? Toh soal dijajah, tidak semua orang merasa dijajah, iya toh? Dijajah atau tidak Cuma ada dikepala kita khan?

Jadi?

5. Kita dijajah berapa lama?

3,5 Abad kita dijajah kongsi dagang Belanda (VOC), Portugis, dan Inggris.
3.5 tahun kita dijajah eksploitator alam dan SDM(romusha) Jepang
lalu siapa lagi yang menjajah kita kalau sudah ‘merdeka’?

6. The Confesion of Economic Hitman,…

Sebuah buku yang mengakui gaya orang Amerika dalam menjajah negara ‘dunia ketiga’

  1. Dengan berbagai alasan, bujukan rayuan dan iming-iming, berilah mereka utang/pinjaman melalui berbagai sarana; IDB, World Bank, IMF, pokoknya ayo mengutang…
  2. Kirim ‘Tukang Pukul’ untuk mengkadali pemimpin dunia ketiga agar mereka mau bekerja sama dengan Kongsi dagang Amerika agar utang mereka yang tak kunjung lunas bisa ‘diperpanjang’ dan ‘diberi bantuan kredit lagi’
  3. Yang tak mau kerjasama, pecah belah.
  4. Kirim tentara bagi yang berani melawan!

7. Edison melakukan percobaan lebih dari 9000 kali

Apa yang akan terjadi bila Edison berhenti melakukan percobaan membuat bola lampu pada percobaan ke 9000?

  1. Dunia akan gelap gulita, kita membaca tulisan tangan, paling banter ketik manual, bukan print out kaya yang loe pegang ini!
  2. Jumlah penduduk dunia akan berjumlah 5 kali lipat, abiss gak ada hiburan lain…

Dia banyak dikenang, karena dia punya karya, punya jasa?

Sedangkan kita, eyang buyut kita saja kita tak tahu sejarahnya. Bagaimana kita mau tahu sejarahnya, karena dia tak punya keistimewaan apa-apa. Tak ada yang layak dikenag dari eyang buyut kita. Lalu bagai mana dengan kita, akankah kita jadi orang yang hanya dikenal oleh anak, cucu, anaknya cucu, lalu hilang ditelan zaman karena tak ada sesuatupun yang layak dikenang dari kita?

8. Permainan huruf…

Kalau semua huruf kita beri nilai…
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
MAKA FAKTOR PENENTU SIKAP KITA;

L O B B Y I N G
12+15+2+2+25+9+14+7: 86%

K NO W L E D G E
11+14+15+23+12+5+4+7+5: 96%

H A R D W O R K
8+1+18+4+23+15+11: 98%

A T T I T U D E
1+20+20+9+20+21+4+5; 100%

Celakanya Attitude/sikap mental inilah yang kita tak punya. Otak kita lebih mirip palu melihat paku, setiap ada masalah main pukul saja, tak ada alternatif lain, tak ada kreativitas

9. Anekdot nih

Kenapa negara kita tak maju-maju?karena warga negaranya tidak produktif, mau bukti?
Menurut risat akal-akalan, dari jumlah 225 juta penduduk di Indonesia:
49 jt adalah Pengangguran terdidik, setengah terdidik, dan tidak terdidik sisanya 176.000.000
79 jt adalah PNS sisanya 97 jt
75 jt adalah TNI/POLRI sisanya 22 jt
20.998.995 Mahasiswa dan Pelajar sisanya 1.011.005
1.000.000 Narapidana sisanya 11.005
7.000 Sakit fisik dan mental sisanya 4.005
4.000 membentuk tim, bermimpi, rapat, rapat dan rapat sisanya………….
5 Berkarya/bekerja tapi. tidak produktif……..jadi tinggal
1 orang yang bekerja dan produktif! (yaitu Sayat)

Gimana mau maju kalau dari 225 jt Cuma…..orang yang produktif?

10. SO WHAT?

1. Sadari, bahwa kita masih terjajah!
2. Kita harus berubah, atau mari kita mati bareng-bareng…
3. Bangsa ini bangsa yang besar, bebannya juga besar, sesuatu yang besar sulit bergerak kecuali…
KERJASAMA, tanpa kerja sama kita Sulit bergerak!

JADI

AYO BERUBAH!

PINTU PERTAMA PERUBAHAN ADALAH

DIRI ANDA SENDIRI

KETIKA PINTU PERTAMA TELAH TERBUKA, PINTU-PINTU

LAINNYA AKAN TERBUKA…..

Ditulis dalam Motivasi | Leave a Comment »

Suka Duka Jadi Pengusaha

Ditulis oleh benny2007 di/pada November 26, 2007

Jangan ada kekosongan dalam hidup kita, karena kekosongan bisa membinasakan.

Sebagai seorang entrepreneur, kedekatan dengan Tuhan menjadi hal yang tak bias dinafikan. Kedekatan dengan Tuhan meru pkan hal yang mutlak diperlukan. Ini wajar mengingat medan kerja seorang pengusaha yang demikian keras, penuh dengan tantangan, penuh kejutan, baik kejutan yang diharapkan maupun yang sama sekali tak kita inginkan . Dalam bisnis seringkali penuh ketidakpastian, kendati telah kita hitung secar matang semua rencana, telah dibuat presisi semua strategi, tetap saja hal-hal diluar dugaan seringkali terjadi.

Ada saat dimana segalanya berlangsung lancar sesuai rencana, bahkan lebih indah dari yang diharpkan. Seketika hatipun bergairah, mata berbinar, tubuh segar bugar, semangat bergelora, optimisme melambung dan segalanya seolah telah pati kita raih. Namun di episode lain, seringkali sebaliknya,. Ketika rencana telah dibentangkan, langkah pertama telah dilakukan, dunia seolah tak peduli. Jangan penghasilan yang kita harapkan, sekedar lirikan mata pelanggan pun tak kita dapatkan. Ketika berbagi upaya ditingkatkan, keadaan tetap tak bergem ing bahkan semakin jauh panggang dari api. Tinggal jalan sepi yang membentang dihadapan, penuh kehampaan, ketidak karuan. Kalau sudah begini, aduhai serasa mati kutu menjadi pengusaha.

Episode lainnya saat rencana telah berjalan sesuai yang diharapkan dan segalanya didepan mata. Tiba-tiba keadaan berubah 1000 derajat. Masalah datang bertubi-tubi, peluang menjadi problema. Melayang…

Dalam keadaan seperti ini, hanya Tuhan yang mampu menjawab berbagai pertanyyan yang terbersit dibenak kita. Kita hanya bersandar pada kekuasaanNya yang mampu membalikkan keadaan. Kita berharap ia akan memberikan pencerahan dibenak kita, mengucurkan ide ke pikiran kita. Disaat-saat tergelap bisnis kita, kita tersadar bahwa kita tak sendiri. Ada Dia yang bisa merubah segalanya. Yang kuasa mencampakkan strategi jitu menjadi konsep bisu yang lumpuh dan tak berdaya. Dan mampu mengyulap hal-hal yang kita anggap remeh menjadi juruselamat bisnis kita.

Sejatinya, bisnis seperti jalan kehidupan. Butuh energi besar, ketabahan besar, kesabaran dahsyat, dan kegigihan bathin yang menggugah dan membangkitkan. Spirit yang tak bisa kita dapatkan begitu saja, tak cukup dengan affirmasi, positivisme, tapi butuh ‘pencerahan’ dari spirit transendental. Dalam kondisi segelap apapun, dalam hidup maupun dalam bisnis kita, selalu ada secercah cahaya yang menyeruak masuk, menunggu kita untuk memantulkan dan membiaskannya menerangi seisi ruang dengan refleksi bathin yang jernih. Dengan nya kita mampu membuka tabir-tabir kesulitan hidup menjadi peluang kesuksesan. Itulah kuasa Tuhan, kuasa yang menghidupkan. Pertolongan yang membangkitkan yang tak bisa kita minta dalam kelalaian. Tapi mesti kita mohon dalam kepsarahan, kedekatan, keakraban dan kemesraan denganNya.

Pertolongan Tuhan tidak turun dengan abra kadabra, dengan sekedar affirmasi dan mantera tapi butuh kesungguhan mi’raj ruhani kita dalam menghadapNya. Orang yang dikabulkan do’anya sesungguhnya bukan karena dahsyatnya puitisasi do’a yang dibaca, melainkan karena ketulusan, kedekatan, keyakinan dan seringnya mengisi ‘daftar hadir’ disaat orang lain absen.

Dalam episode gelap kehidupan, hanya cahayaNya yang mampu membuka perenungan bathin, memberikan pencerahan dan menjadikan kita pribadi yang tangguh. Berdiri tegak diatas gelombang. Pada akhirnya, semoga sebaris do’a ini dipenuhi untuk kita.

Allahuma nawir qulubana bi nuuri hidayatika, kama nawartal ardha bi nuuri syamsika. Abadan, abadan.

Saung Panyawangan Tasikmalaya, 18 November 2007

Ditulis dalam Wirausaha | 3 Komentar »

Berdiri Tegak Diatas Gelombang

Ditulis oleh benny2007 di/pada November 19, 2007

Kehidupan sebenarnya adalah sekolah kearifan yang paling berguna. Sama seperti sekolah sebenarnya. Masalah yang datang dalam kehidupan adalah PR yang harus kita selesaikan. Godaan dan tantangan yang lebih hebat dari biasanya adalah ulangan umum, dan biasanya itu tandanya akan segera naik kelas. Bayangkan kapan kita akan naik kelas bila setiap ada persoalan kita lari?

(Inspirasi dari Gede Prama)

Kesulitan, kata yang mewakili sesuatu yang kehadirannya tak pernah kita harapkan. Semenjak bangun di pagi hari, dalam hati kita sudah berharap agar hari yang akan kita lalui bertaburkan kemudahan dan kelancaran dalam segala urusan kita. Sebisa mungkin kita menjauhi, bahkan terkadang kita berkelit dari kesulitan yang mungkin akan menimpa kita. Tak dapat disangkal bahwa sebagian banyak dari kita-atau-sebagaian banyak dari diri kita sering berharap bahwa kesulitan tak pernah hadir. Mungkin jauh dalam lubuk hati kita-andai saja bisa-kita ingin hidup ini hanya berisi satu kata;kemudahan. Atau setidaknya kalau itu tak bisa, kita ingin dalam kamus hidup kita dihapuskan satu entry kata;kesulitan.

Tapi sejatinya, hidup tidaklah selalu sejalan dengan keinginan kita. Hidup berjalan seimbang, ada kemudahan disatu sisi dan disisi lain ada kesulitan yang kita rasakan. Keduanya selalu datang berdampingan meski-dengan keterbatasan kita- seringkali hanya satu sisi kehidupan yang kita rasakan dalam suatu waktu. Acapkali terjadi, satu saat kita merasakan berbagi kemudahan berpihak pada kita, lalu beberapa saat kemudian kesulitan menimpa kita. Hidup ini pun pada akhirnya terkesan belang-belang; sulit-mudah-sulit-mudah-susah-gampang-gampang-susah, dan seterusnya. Dibutuhkan cara berpikir yang lebih tertata agar kita dapat merasakan kedua sisi kehidupan secara seimbang. Saat hidup kita dikaruniai berbagai kemudahan dan kelancaran, kita cenderung terlena dan lupa bahwa ada sisi lain sedang menimpa kita karena pikiran dan perasaan kita terfokus pada kemudahan-kemudahan dan akhirnya melahirkan kemanjaan. Sebaliknya pula, saat berbagai kesulitan menimpa, kita tak mampu merasakan kemudahan-disisi lainnya- yang sesungguhnya sedang diberikan Tuhan kepada kita.

Seringkali kita mendengar nasihat dari orang-orang terdekat kita saat kita ditimpa berbagai persoalan; “lihatlah sisi terangnya”, “ada hikmah dibalik semua ini”, “fokuslah pada hal positif”, dan sebagainya. Tapi betulkah demikian adanya, mari kita renungkan bersama!

Dalam perjalanan hidup yang saya alami, suka maupun duka, susah dan senang, sedih dan gembira sudah pernah saya rasakan. Saat segalanya terlihat serba mudah, optimisme saya melambung, asa dan harapan bangkit, serasa hidup berpihak pada kita. Dan saat berbagai problema mendera, seolah kita menjadi satu-satunya yang paling menderita. Saya sendiri, hingga beberapa saat kebelakang dalam hidup saya selalu bertanya pada diri, pada kehidupan, pada Tuhan dimana kemudahan dan hikmah itu saat berbagai masalah terjadi. Seringkali saya-dan juga Anda pastinya- hampir berpikir bahwa yang namanya kemudahan dalam kesulitan, hikmah, sisi terang, atau apapun sebutannya merupakan hal yang invisible bahkan impossible adanya.

Hingga pada suatu hari dalam masa remang-remang hidup saya, (saya sebut masa remang-remang sebab saat itu saya baru lepas dari persoalan besar, tapi belum sepenuhnya tuntas) saya merenungi dan akhirnya menemukan hal itu. Bahwa saat kita mengalami kesulitan dalam suatu hal, sebenarnya ada hal lain yang dipermudah untuk kita. Atau dalam kosakata yang lebih saya sukai; Saat Tuhan memberikan kita kesulitan, Dia sedang memudahkan kita untuk meraih hal lain. Sebagai ilustrasi, saya mencoba merenungi hal-hal berikut ini;

· Saat mengalami persoalan berat ditempat saya bekerja, saat itu Tuhan memudahkan saya untuk membuka usaha sendiri. Padahal sebelumnya saya telah mencoba berbagai upaya agar punya perusahaan sendiri, tapi tak pernah berhasil dan baru ketika mengalami persoalan ditempat kerja, segalanya menjadi teramat mudah.

· Saat kondisi bisnis saya berantakan, saya begitu pusing memikirkan nasib perusahaan yang tak jelas juntrungnya, relasi yang hilang kepercayaan, investasi yang amblas, harta benda yang ludes. Saya tak sadar sedikitpun bahwa saat itu Tuhan sedang mendekatkan saya pada seorang relasi yang lama tak pernah saya temui. Dialah yang memberikan kepercayaan penuh kepada saya untuk mengerjakan proyek usahanya.

· Saat kondisi finansial saya ambruk, Tuhan memperbaiki hubungan saya dengan keluarga.

· Saat saya mentok kehabisan ide untuk mengembangkan jangkauan usaha, tiba-tiba saja seorang kawan lama bersedia menjadi rekan bisnis saya. Padahal tak pernah terpikirpun niat sebelumnya untuk menjadikannya rekan bisnis.

· Sekali lagi saat bisnis saya yang lain gonjang-ganjing, Tuhan membukakan peluang usaha lain yang menjanjikan padahal sebelumnya setengah mati saya berusaha membuka usaha itu tapi selalu mentok.

Itulah sekelumit kisah saya. Saya yakin Anda pun pernah mengalaminya. Anda mengalami persoalan hidup, tidak tanggung-tanggung, bertubi-tubi sekaligus, bisnis hancur misalnya, kena PHK, modal hilang, harta ludes, utang menggunung, konflik dengan mertua dan sebagainya. Anda merasa saat itu Anda sedang mengalami kiamat sendirian. Maju kena mundur kena, apapun yang dikerjakan malah semakin memperburuk keadaan, hingga seolah diri terkurung dalam kotak gelap tanpa pintu ataupun jendela.

Dalam situasi tersebut, bila sedang Anda alami saat ini, renungkanlah, dalam kegelapan hidup ini hal apa yang sebelumnya Anda inginkan dan begitu sulit untuk diraih tiba-tiba saja menjadi mudah?PASTI ADA!

Saya paham ‘mencari hikmah’ tersebut bukanlah hal mudah. Apalagi disaat-sat tergelap dalam hidup kita. Saat ikiran dan perasaan kita rusuh, mencari hikmah tak lebih bagai mencari jarum dipadang pasir. Tapi bila Anda berhasil menemukannya, itulah yang akan meredakan kegelisahan hati kita, menghilangkan kecemasan, mengobati luka dan menyuburkan rasa syukur. Pencarian itu hanya bisa dilakukan bila kita bersedia-barang sejenak-menjernihkan pikiran. Ibarat melihat bayangan bulan di air, kita tentu saja tidak bisa menemukan bulan dengan mengaduk-aduk airnya. Ketenangan dan kejernihan adalah syarat utama bagi utuhnya bayangan bulan.

Pada akhirnya, semoga Anda tetap mampu berdiri tegak diatas gelombang. Dengan berbekal kedewasaan berpikir yang mampu menemukan dan mengungkap rencana indah Tuhan dibalik kegelapan hidup yang kita alami. Dan pada akhirnya, kembali kepada Gede Prama; “Kedamaian hanya akan hadir dalam pikiran yang mau memproduksi kedamaian, caranya; Rasa syukur, Rasa Cinta, Mengendalikan nafsu ingin menang”. Terimakasih but Gede Prama, dan Sukses untuk Anda!

Saung Panyawangan, 18 Nopember 2007

Ditulis dalam Wirausaha | Leave a Comment »

Betulkah dengan bersyukur kita menjadi Kaya?

Ditulis oleh benny2007 di/pada Juli 11, 2007

LA INSYAKARTUM LA AJIDANAKUM

Dulu sekali bila saya membaca sepenggal kalimat tersebut yang terbayang dipikiran adalah, kalau suatu hari saya mendapat uang maka saya harus mengucapkan Alhamdulilah. Seiring beranjaknya waktu dan banyaknya yang saya temukan dalam hidup, pemaknaan saya terhadap kalimat tersebut perlahan bergeser. Maka saya pun memiliki visualisasi baru dalam hal syukur; syukur bukan saja mengucap hamdalah, tapi juga berupaya sekuat tenaga agar rezeki yang didapat tersebut dibelanjakan dengan cara yang baik, untuk hal-hal yang baik. Keyakinan itu tertanam dibenak saya begitu lama, sehingga setiap apapun yang saya ingat bahwa itu nikmat dan karunia Tuhan, saya selalu berusaha menyalurkannya di jalan yang benar.

Hari demi hari berlalu. Waktu terus bergulir, apa yang saya dengar, pelajari, baca dan pahami juga semakin bertambah. Hari ini saya tiba pada kesimpulan baru yang lain lagi. Kalimat tersebut kurang lebih berarti, “kalau kamu bersyukur, niscaya Aku tambahkan kepadamu”. Baiklah, kita akan berbincang tentang pemaknaan saya terhadap konsep syukur menurut kacamata saya hari ini.

Bila kita cermati kalimat tersebut terdiri atas dua frase, dan saya akan berfokus pada frase yang kedua yang menyatakan bila kita bersyukur, niscaya nikmat yang ada pada kita akan bertambah. Kenapa bertambah, bukannya ditambah seperti pemahaman orang kebanyakan? Sejujurnya saya ingin mengajak anda untuk berpikir menjadi pribadi yang produktif dan tak bergantung kepada pihak lain. Kata bertambah bagi saya terdengar lebih aktif ketimbang kata ditambah yang terdengar lebih pasif. Kata bertambah menyiratkan telah terjadi sebuah proses, sebuah upaya memperbanyak, memperbesar yang dilakukan oleh pihak pertama. Pihak pertama berarti kita, atau Anda. Sedangkan kata ditambah menyiratkan telah terjadi upaya memperbanyak, memperbesar yang dilakukan oleh pihak lain, pihak lain itu bisa berarti orang lain, atu seperti kalusul ayat diatas, Tuhan. Ini bukan berarti bahwa saya mengajak anda untuk juga tidak bergantung kepada Tuhan, sama sekali tidak! Sebab apalah artinya kita berusaha kalau tak bersandar kepada tuhan yang jelas-jelas lebih tahu segalanya melebih dari kita, jelas itu sombong sekali. Tapi apapula artinya kita bergantung kepada Tuhan kalau kita sendiri tidak produktif?

Memang terdengar sedikit provokatif, tapi bila anda sudah membaca sejauh ini saya percaya anda sudah terbiasa. Kita memang tak bisa terus bergantung bahkan pada Tuhan. Bukankah Tuhanpun berfirman, -dalam iman islam yang saya yakini- bahwa Allah tak akan mengubah keadaan suatu kaum bila kaum itu tak pernah mau berupaya mengubah keadaan mereka sendiri? Jadi bagaimana kita akan ditambah nikmatnya kalau kita sendiri hanya diam terpaku? Baiklah, kita mungkin terlampau jauh masuk kedalam persoalan bertambah dan ditambah yang bukan inti permasalahan yang ingin saya angkat.

Inti permasalahannya adalah, bahwa dalam dimensi syukur, ternyata memang tak sekedar menyalurkan dijalan yang benar apalagi sebatas mengucap Alhamdulilah, tapi juga ada konsep jada/pertambahan atau pertumbuhan. Kata ajidanakum menyiratkan bahwa kalau memang bersyukur, nikmatnya pasti bertambah, pasti berkembang, dan bertambah itu melalui suatu proses yang dilakukan oleh kita, manusia. Dengan kata lalin, orang yang bersyukur adalah orang yang mendapat nikmat lalu nikmat itu disalurkan secara benar sehingga menjadi lebih banyak, bukannya berkurang. Lho?

Kita ambil analogi. Seandainya Anda adalah seorang ayah beranak tiga yang memberikan sejumlah uang berupa modal kepada anak-anak anda. Anak pertama, ia berterima kasih kepada anda lalu menghabiskan uang tersebut untuk konsumsi. Anak kedua, dia berterima kasih lalu menghabiskannya untuk menolong seorang temannya. Anak ketiga, ia berterima kasih dan mengelola modal itu dalam bentuk perusahaan sehingga memperoleh keuntungan, modalnya bertambah besar dan dengan labanya ia mampu membeli konsumsi, menolong teman, dan sebagainya. Nah menurut Anda, Anak yang manakah yang paling berterima kasih?

Tak jauh dari analogi diatas, syukur secara leksikal berarti Terima Kasih. Anak pertama mewakili orang yang diberi nikmat dan mengucapkan Alhamdulillah dan menghabiskannya tanpa sedikitpun kepedulian buat orang lain. Anak kedua adalah mereka yang berupaya untuk menyalurkan nikmat yang diterimanya di jalan yang benar. Dan anak ketiga adalah representasi mereka yang merasa bahwa nikmat adalah titipan Tuhan, sehingga ketimbang menghabiskannya dengan alasan apapun, mereka justru mengembangkannya sehingga kuantitas dan kualitasnya bertambah.

Saya tak bermaksud melakukan deviative interpretation berkaitan dengan makna syukur yang jelas sangat dalam. Mungkin bagi beberapa orang, pemaknaan yang saya lakukan menjadi terkesan materialis. Tapi ingat, saya sedang membicarakan bisnis dan uang dibuku ini, sesuatu yang bersifat materi, jadi wajar kalau kerangka yang dipakai adalah kerangka materi. Materi dalam kasus ini ditempatkan sebagai alat ukur fisik dari dimensi syukur yang memang tak bisa diukur secara fisik. Saya beranggapan bahwa, cara saya bersyukur adalah dengan mengoptimalkan penyaluran dan pemanfaatan rizki yang diberikan Tuhan, dan melipatgandakannya agar semakin besar(manfaatnya). Dengan dikembangkan, jelaslah bahwa klausa la ajidanakum berlaku.

Ditulis dalam Wirausaha | Leave a Comment »